Sunday, May 29, 2011
Tuesday, April 26, 2011
Gak ada hak. Sebenarnya !
Kenapa kamu harus datang !
Kenapa kamu harus praktik di sini !
Apa pulau Jawa tak mampu menampung badanmu yang kecil?
Kenapa harus Kalimantan !
Kenapa harus KalSel? Barabai !
...Kembali saja ke asalmu ! Jogja ! Bali sekalian !
Setidaknya jangan KALSEL !!!
aku marah ketika tahu dia ada disini. sangat marah.
Mendengar nama kota itu saja sudah bikin perutku mual, ingin muntah. ditambah tahu kabar dia ada disini.
sebenarnya tidak ada hak membencinya. Dia baik, sepertinya. Pekerjaannya mulia, seorang dokter. Tidak ada yang salah. Tentu ada. Dia salah. Sangat salah.
Aku membencinya. Sangat !
Tuhan. Aku benci dia. Sangat benci dia.
Membenci tidak perlu alasan.
Mencintai seseorang saja tidak perlu alasan. Kenapa membenci seseorang harus memerlukan alasan? Tidak perlu bukan?
Bukankah cinta dan benci itu sebanding?
Kembali saja kau !
atau aku paksa saja?
Wednesday, April 6, 2011
Cita-cita tidak sama dengan Keinginan
Tuing.. pertanyaan aneh dari seorang Profesor lulusan London pada pelajaran Fisika Dasar 2 kemarin. Hmmmmmmmm
“Sama tidak dengan keinginan?”. Gak tau Prof. Apa coba hubungannya sama Fisika?
Sebenarnya saya juga tidak tau apa itu cita2. Dan sampai saat ini pun saya belum mikirin sendikitpun tentang cita2. Argh, teringat dulu masa2 jahiliah alias SMP. Saya satu2nya murid cewek yang tidak mempunyai diary kecil untuk ditulisi biodata. Mereka (teman2) berlomba2 mencari biodata teman sekelas untuk minta ditulisi ke diary-nya masing2. Tibalah giliran saya yang harus mengisi. Setelah baca2 punya yang lain, niatnya sih bukan untuk nyontek Cuma mau nyari referensi apa saja yang harus ditulis.
Nama :
TTL :
Hobby :
Makanan Favorit :
Minuman Favorit :
Dan………
CITA – CITA !!!
Cita-cita? Saya belum memikirkannya. Dan saya rasa saya tidak punya cita2. Namun saya mempunyai sejuta keinginan. Ingin menjadi yang lebih baik tentunya dan ingin menjadi seseorang yang mapan kelak, serta masuk SURGA. Hehe
Ngomong2 masalah kemapanan untuk kehidupan kelak. Gelar SARJANA dengan IPK komlot tidak cukup menjadi modal untuk seorang yang sukses. Bisa sajakan seorang petinggi di Instansi yang kita tuju nanti berpikir “Heh. Masa gue mesti nerima lo yang nile IPKnya jauh lebih tinggi dari gue? Kalah pinter dong gue”.
Zzz, nyebelin banget kan? Padahal kita dah capek2 siang malam bergelut dengan buku selama 4 taon. Masih untung kalo Cuma 4 taon, lah? Klo lulusnya sampe 5,6, atau 7 taon? Lumutan dong dikampus.
Back to our problem.
So, itu tidak akan cukup. “Kita harus punya nilai plus didiri kita”. Bukan berarti IPK itu tidak penting. Kalo IPK dibawah standar kan bisa brabe juga urusannya.
Cita-cita itu tidak penting. Yang terpenting itu kita harus punya keinginan. Keinginan untuk menjadi seseorang, keinginan untuk menjadi pribadi yang bisa berguna untuk diri sendiri dan tentunya untuk orang banyak juga. Itu yang saya tangkap.
Friday, April 1, 2011
Nyatakan kepadaku
Lama setelah itu, tidak pernah ada lagi satu puisi pun yang mampu membuat kudukku berdiri. Sampai seorang penderita multiple sclerosis bernama Ferrasta "Pepeng" Soebardi membuatkan sebuah puisi tulus untuk sang istri, "Dik Uta" panggilannya.
Hanya komposisi kalimat sederhana, namun menjadi luar biasa saat yang membacakannya 'Dik Uta' yang tidak kuasa menahan haru, dan Sang suami hanya berkata, "Kayak sinetron aja..." sambil tertawa dan menghapus airmata.
"Aku mencintaimu tanpa batas..."
Luar biasa, bukan?
Kemudian, teringat lagi akan kabaryang menjadi berita hangat di teve pada bulan Mei 2010 lalu. Aku kembali tak kuasa menahan ketertarikan luar biasa pada sebuah puisi untuk seseorang yang baru saja pergi. Menyaksikan kasih sayang di hari tua, dan maut yang baru benar-benar bisa memisahkan mereka.
Puisi BJ. Habibie untuk istri beliau, Almarhumah Ibu Hasri Ainun Habibie:
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku....
Namun,, adakah seseorang yang akan menyatakannya padaku?
Thursday, March 31, 2011
Do you from?
Dulu waktu balik ke Kalimantan pertanyaan ini dengan telaten saya jawab, karena pasti akan banyak pertanyaan. Bahkan pertanyaan ini pernah jadi topik pembahasan waktu saya pindah sekolah. Kadang kalau saya lagi males saya jawab “Dari Mars”. Lalu ketawa terbahak-bahak sambil makan sampah biar disangka beneran. Sampah itu kemudian saya semburkan ke si penanya dan bilang “Balikin pisang goreng gue!”. Mata saya akan melotot, jari kaki saya akan menunjuk ke langit-langit dan mengatakan bahwa kiamat akan datang saat global warming menjadi favorit Cinta laura. Saya tutup dengan seruan “Global Warming is so cool, and you know me so well !!!!”
Stop ngayalnya. Balik ke topik. Jadi pertanyaan-pertanyaan yang paling banyak muncul adalah :
Jadi, asalnya dari mana? Kok nama belakangnya begitu? Bapak dari mana? Terus mamanya orang mana? Lahirnya dimana jadinya? sekolahnya dulu dimana? Loh, emang paling lama tinggal dimana? Jawaban terakhir pasti : Ooooo berarti kamu orang Indonesia.
Atau bisa jadi ada lanjutannya,
Dulu gimana ayah dan mamamu nikah? Ga sulit? Ketemu dimana mereka? Nanti kamu mau cari jodoh orang Sunda atau tidak? Sekarang sudah punya pacar? Nanti mau nikah sama dia? Keluarga Bapak dimana sekarang? Keluarga Ibu? Ibu dan Ayahmu tidak pernah mempermasalahkan ini di pernikahannya?
Atau malah,
Menutmu bagaimana tentang hal seperti ini?
Kalau sudah ditanya seperti itu, saya dan lawan bicara mungkin sudah berbicara satu jam lebih mengenai asal usul saya. Itu artinya mereka pemerhati budaya. Mungkin. Mungkin juga hal yang aneh buat mereka. Mereka yang jarang keluar dari Kalimantan biasanya.
Pernah juga ada yang berpura-pura simpati dengan menanyakan :
Oh iya, teman saya dulu juga ada yang begitu, sehingga jadi multi budaya ya? Enak dong jadi banyak teman. Memang pernikahan dua budaya sulit ya buat anak… (Padahal saya nyantai aja, karena seperti merasa tidak ada bedanya dengan keluarga lain. Lagian juga orang tua saya sekarang sudah tinggal disatu pulau.)
Btw, mungkin nanti kalau ada orang yang tanya lagi, saya akan menunjukkan KTP saja. Tapi tetap tidak akan menghindarkan puluhan pertanyaan. Saya yakin itu.
Jangan tanya lagi !
Monday, February 21, 2011
Ku atasi CEMBURU ku SENDIRI !!!
Ini perasaan fitrah, wajar dan alamiah dari seseorang sebagai rasa cinta, sayang dan peduli. Namun pada kenyataan keseharian rasa ini tidak jarang mendapatkan stigma dan konotasi yang selalu negatif sebagai bentuk ekspresi dan refleksi yang tidak pada tempatnya, .Norak, egois, curiga dan sebagainya. Memang pada umumnya, akan terasa menyesakkan bila dibayangi perasaan ini.
Kutarik nafas dalam2.. sampai aku merasa kelelahan dan lupa dengan rasa itu. ku minum 3 botol aQua ukuran sedang, bukan karena haus tapi ku lakukan untuk menghilangkan rasa itu juga.
Masih belum bisa hilang, ku putr musik dengan volume penuh dan ikuy bernyanyi sekeras - kerasnya. Tapi sayang, itu malah buat mama ku marah. Ku coba cara lain, masuk kamar mandi dan berendam dalam bak mandi sampai hampir mati tenggelam (untung ada yang nggedor. "Woy ! gantian. aku juga mau mandi").
uhh,, ku alihkan pada hal - hal yang lebih positif, tapi malah bikin urat2nya kusut. Ku alihkan pada makanan. makan sebanyak-banyaknya, tapi malah nambah masalah baru. MULES. "Cerita,, yaa cerita !". ahh tidak !
Ingin rasanya menangis. "Nggak akan!"
Pantang kalau masalah cowok..
Dan akhirnya, berdoa dan pasrahkan seluruh keadaan pada Yang Maha Esa, minta petunjuk kemana langkah yang harus ditempuh.
1 KATA
"Apa aku tidak cukup?. Atau aku kurang cantik untuk dia miliki seorang?"
untuk aku yang tidak merasakan apa2, aku yang tidak mau ikut campur masalah orang lain hanya bisa bilang "yaa sabar. nanti dia juga sadar. mungkin cuma belum siap melupakan sepenuhnya."
bijak bukan?
sangat bijak untuk yang tidak mengerti duduk permasalahannya. dan sekarang aku mengerti bagaimana RASA nya.
okelah. aku bukan orang munafik. kata-kataku "yaa sabar. nanti dia juga sadar. mungkin cuma belum siap melupakan sepenuhnya". :D
Hadapi dengan senyuman. Gila aja !
Tugas fisika sampai tidak terkerjakan gara2 masalah SEPELE.
"Kamu perlu belajar menjadi orang dewasa." tidak mudah memang. Teori memang gampang, prakteknya yang susah. Prosesnya itu loh !
