Wednesday, January 9, 2013

The Rain

"kita harus menerima bahwa memang tak ada kisah yg bisa sempurna. Seperti yg selalu diimpikan dan mimpi tak selalu jadi kenyataan"
  
Tidak semua harapan dapat diwujudkan sesuai dengan rencana kita, karena rencana Allah jauh lebih indah. Tergantung bagaimana kita menyikapinya, apakah kita bisa menerima atau tidak. 

yang jelas aku tidak ingin menyusahkanmu, menjadi beban keuanganmu, tidak ingin kamu berpikir aku menjadikan mu tukang ojek lagi..  

"Kau boleh saja benci, salahkan saja padaku. Mungkin lebih baik bagimu, jika kau melupakan ku"

Tuesday, January 8, 2013

Jangan tanya alasan perpisahan ini karena aku tidak punya jawabannya

Jangan tanya alasan perpisahan ini karena aku tidak punya jawabannya. Tapi bukan karena kontrak "ojek" sudah habis seperti yg kamu bilang. Tapi yakinlah ini demi kebaikan kita bersama. Demi masa depan yang lebih baik nanti. 

Jika Tuhan memang menginginkan kita bersama nantinya, percayakan pada Nya. Karena tulang rusuk dengan pemiliknya tidak akan pernah tertukar. Hal wajar dan sangat akan wajar jika dalam suatu hubungan itu tidak sesuai dengan apa yang kita mau. 

Aku minta maaf bahwa hubungan kita harus berakhir sampai disini, waktu kita sudah habis untuk bersama, dan kini kita harus berpisah, seperti janji kita dulu, kita tidak akan menangis jika suatu hari kita harus berpisah, dan kita tidak akan saling menyakiti jika waktu kita untuk saling mencintai telah habis, dan jangan tanya alasan perpisahan ini karena aku tidak punya jawabannya…  dan kita akan baik-baik saja, kita hanya butuh waktu untuk menata hati kita kembali. 

"Umi, maafkan Ichy karena telah menyakiti hati anak mu". 
Aku hanya ingin menepati janjiku kepada Tuhan. Walaupun aku belum bisa menjadi seorang muslim yang baik dimata Tuhan ku. Namun aku juga tidak ingin menambah kadar dosa ku pada Nya dengan terus - terusan menyakiti dan membuat mu kesal. 
 

Sunday, December 30, 2012

untitled

Tidak ada yang ingin saya tulis hari ini. Saya hanya kecewa dengan mama :'(

Sunday, July 22, 2012

This is me, gals !!!

Pernah liat saya pake sisa? itu loh,, rokok yg ada rasanya. Saya suka strawbery. Ga pernah lihat yaa? atau a pernah ketemu ? sukur kalo begitu….. Yang dulu saya ngipasin temen saya karena dia ga kuat ngisep ********* dan dia saya kasih air panas karena terus2an batuk. Malu-maluin banget waktu itu. A first timer. Hahah!

Itulah saya. Dulu. Menyenangkan karena saya diterima semua orang. Menyenangkan kalau saya jadi apa yang mereka suka. Menjadi salah satu bagian dari perkumpulan sosial yang saya sebut itu pertemanan suka dan duka. Mereka, teman-teman itu, bisa kok kalau saya telpon malam-malam dan nolongin saya yang ketimpa ban bocor di ujung Bali, perlu duit cepat, perlu puk puk segera waktu saya dibikin kecewa sama mantan yang labil, labilnya sama. Reliable kah mereka? Sangat! Mereka sangat baik. Saya juga ga pernah minta uang ekstra sama orang tua untuk hal-hal itu. Semua biasa saja. Saya lakukan itu sewajarnya saja. Santai saja. Prestasi saya juga ga terpengaruh. Teman-teman saya juga gitu karena bagi kami semua itu hal-hal yang biasa.

Tapi apakah saya sendiri merasa nyaman? Iya nyaman, sampai saya tahu perlahan, kalau saya melakukan itu semua untuk disukai. Untuk menjadikan itu biasa.
Dan ternyata ada titik henti dimana saya bosan melakukan hal yang sebenarnya tidak akan menyelesaikan masalah saya sendiri. Saya butuh santai. Menghilangkan keadaan yang bikin saya agak panik sementara. Tapi saya tidak terlalu santai dengan itu semua.  Dan saya tahu akhirnya, bahwa social life should meet myself. Not me trying to be fake but accepted.
Dan ternyata, teman yang paling setia adalah saat dia tahu semua masa lalu saya dan saya inginkan masa depan yang berbeda, dia tetap mendukung saya. Bukan teman yang bilang “Alaaaa, ntar juga habis ramadhan lo lepas tu kerudung, percaya dah sama gue”.
Ada juga yang bilang “Eh lo pake kerudung apakah itu tidak menimbulkan pengharapan yg tinggi untuk para laki-laki? Kalo lo pake bikini, lo yakin cowo alim yang lo cintai sekarang nantinya, mau nerima lo apa adanya? Gue kuatir aja, lo jadi diterima karena baju yang lo pake. Bukan karakter lo. Kenapa nggak lo, menunjukkan diri lo yang sebenarnya aja sehingga mereka ga nilai lo dari kerudung, dari diri lo di dalamnya. Pola pikir dan karakter lo. Dengan ini bukannya lo malah membatasi diri lo sendiri dengan pakaian?”
Diriku yang sebenarnya? But I really want to be like this. Saya tidak ingin menipu siapapun. Kenapa harus nipu?
Yang lain bilang, “Gue sih takutnya lo dapet cowo munafik  jadinya. Dia juga pengen dikira baik. Dan dia taunya lo pake kerudung, dia ga akan bisa menerima lo yang dulu. Inget aja kata gue, kalo lo dapet cowo alim yang ntar lo panggil Abah, kalo ga nanya ga usah jawab deh lo. Inget kalo ngomong, lebih dulu smlekom nyet. Cium tangan sama abah. Pppffftt!!! “
Ya emang itu urusan gue? Kalo dia ga bisa nerima gue kenapa gue harus repot sama dia? Penduduk Indonesia 250 juta bukan?
Itu temen. Sepupu malah, “Mami, ada bu haji amel taubat nasuhah!”, eh emaknya jawab, “Hush! jangan digodain nanti dia ngambek langsung lari ke mesjid bwahahahaha!”. Asem.
As then I can see later on……..
Teman yang menerima apa adanya itu ternyata bukan sama muslimnya. Bisa jadi dia seorang protestan tapi dia menyayangi saya apa adanya. 

Seorang perempuan berjilbab tidak boleh bergaul dengan sesama manusia dan manusia itu yang baik? Dengan baju yang tertutup, tidak lantas pemikiran saya jadi tertutup kan? Tidak lantas saya membatasi pergaulan saya menjadi eksklusif dengan orang-orang tertentu saja. Tidak lantas saya jadi komentar tentang dadanya Dewi Persik kan? Mending saya komentar tentang Andrew Garfield yang tampil menawan di The Amazing Spiderman dan karakter perusaknya di iklan Big Cola.

Apakah itu artinya saya akan jadi sok pintar dan menceramahi kalian karena baju saya? Saya bukan orang bodoh bermulut besar. Saya masih bingung tentang poligami dan jika itu berhadiah surga bagi istri yang ikhlas, saya yakin Allah menciptakan jalan lain untuk menuju surga. Saya pilih jalan yang lain itu.
Saya juga masih tidak suka anarki yang dilakukan FPI dan segenap pemikiran-pemikiran kotor yang mengatasnamakan agama. Saya masih memberi selamat Natal. Saya silaturahmi ke rumah saudara yang merayakan Natalan dan mendoakan teman nasrani yang sedang hamil supaya anaknya selamat dan cantik seperti saya, ups ibunya maksud saya. Saya bawa orang yang saya sayangi dalam doa. Apakah saya salah mendoakan manusia dan tidak membatasi doa saya hanya pada kaum muslim? Yakinkah Allah sejahat itu menyuruh umat muslim membatasi doanya hanya pada sesama muslim?
Apakah saya salah tetap bertoleransi dan mendukung kalian menjadi diri yang kalian inginkan dan saya menjadi yang saya inginkan?
Taubat? Saya rasa saya tidak bisa jawab ya atau tidak. Saya hanya ingin melakukan ini dan menjadi diri saya sendiri.
This is me. Are you going to accept me what I am? Oh and…. accept me what I was?

Saturday, July 2, 2011

Gak ada judul

Kawan, pernahkah kau merasa jealous?
Aku sering. Sangat sering malahan.

Cemburu, senang, sedih, sakit hanyalah permainan hati yang kita perankan yang selalu kita atas namakan cinta. Bullshitttt !

Tanah tak terasa dipijak, pandangan mata gelap dan hati mengeras.. itulah yang terjadi ketika ego menguasai hati, dia tidak memberikan ruang sedikitpun kepada rasa cinta dan kasih sayang, untuk berlabuh. Hanya sesaat saja… bagaikan kemarau setahun dihapus hujan sehari. Kasih sayang yang dibina dengan ketulusan tidak dianggap dan lenyap begitu saja. Hujatan, makian keluar dari mulut tanpa henti, ketidakpuasan, kelemahan menjadi senjata untuk saling memaki dan memaki. Tapi itu tak mampu ku katakan.Hanya meratapi dalam hati, dan akhirnya sakit.

Hati memang cinta dan terkadang mulut tak dikontrol menjadi pemicunya… keinginan untuk menjadikan keadaan lebih baik dan membuat orang berubah menjadikan mulut tidak terkontrol. Semua merasa tersakiti…Ketika disadari perubahan itu mesti dimulainya bukan untuk diinginkan saja.

Kalau aku bersedia mehapus semuanya, kenapa kau tidak?

"Kenangan biarlah menjadi kenangan. Biar bisa dijadikan pembelajaran untuk kelak. Biar bisa dijadikan nostalgia saat krisis asmara menghujam"

Kalau kenangan kau jadikan nostalgia untuk membuat ku sakit. Maka aku membenci mu.
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Dan ternyata, tidak ada cinta yang sejati. Yang sudah menikah pun bisa saja cerai. Itu bukan cinta sejati kan?
Apalagi yang hanya menjalin hubungan seumur jagung. Kalau dibilang itu cinta sejati KAU DIBOHONGI MENTAH-MENTAH, BEGO SEKALI KAMU PERCAYA !
-------------------------------------------------------------------------------------------------

"Lalu dimana cinta sejati itu?"
Ada disaat kamu mencintainya karena Allah. Maka Allah akan menikahkan kamu disurga nanti. Itu akan terjadi apabila kamu bertakwa kepadaNya..



Thursday, June 9, 2011

Yes or No !

Ada... saja yang memaksaku untuk bersyukur dalam hidup ini. Saat diri sudah merasa menjadi orang yang paling sial sedunia, Tuhan mengutus orang lain untuk bercerita tentang perihal dirinya yang membuatku sadar bahwa masalahku belum apa-apa dibandingnya. Ketika hati menggerutu "kenapa harus aku?", slalu ada yang berkata "coba lihat aku!".

"Nikmat Tuhan yang mana lagi yang akan kamu dustakan?"


Seperti itulah kira-kira pertanyaan yang membuatku tidak pantas untuk mengeluh.

Siapa yang harus disalahkan?

"Maaf pak, hasil dari ketiga rumah sakit memang mengatakan anak anda menderita Bradycardia . Kalau bapak masih tidak yakin, kita bisa mengirimkan hasil ronsen dan sampel darahnya lagi ke Singapur".
Tidak perlu ! Buang2 uang saja pah.

Walaupun masih belum bisa dipecaya, tapi apa yang gak mungkin? Aku masih muda, aku belum nenek2. 20 tahun aja belum. :'(

Kalau sudah seperti ini, aku harus menyalahkan siapa?
Tuhan?
"Jangan pernah salahkan Tuhan !". Ustadz akan bilang gitu. Mama, papah juga.

Lalu?
"Salahkan saja orang2 yang merokok". Kenapa juga mereka? Kenapa tidak pabrik pembuat rokok saja? Tutup aja sekalian. biar banyak yang jadi pengangguran. Tega?
Gak.
Para tetua? "Kita gak punya turunan bradycardia, Ky".

"Mungkin anak bapak sudah mengidap sejak lahir". Gak mungkin. Kalau saja iya aku gak akan bisa bertahan selama 56jam di ruang ICU. Lalu kenapa?

"Hal ini sulit dan kadang mustahil untuk menetapkan mekanisme untuk setiap bradikardi tertentu, tetapi mekanisme yang tidak relevan secara klinis terhadap pengobatan, yang adalah sama dalam kedua kasus sindrom sinus sakit: alat pacu jantung permanen". Aku gak ngerti dok !


Dan ketika aku ingat dengan keadaan sekarang aku rajin menghitungnya. Walaupun aku tahu detaknya slalu tidak sampai 60 kali. 57, 58,57,58. Tapi ya sudahlah. Dapat hidup seperti ini saja aku sudah sangat bersyukur.


Untuk perokok:
"Perokok pasif (terhirup asap rokok) lebih berbahaya dari Perokok aktif. Kalau kamu menyayanginya. Berhentilah. Setidaknya jangan pernah merokok didepannya. Karena bradycardia akan menyerangnya".